Posted by: reesaa | June 11, 2008

Takut Punya Mimpi

“Risa, tau ga enaknya mimpi? Orang lain ga perlu tahu mimpi kita apa. Mimpi itu hak asasi loh menurut aku… jadi ga perlu takut buat bermimpi. Toh ga akan ada yang judge kita kalo ga jadi kenyataan, or… ganti aja mimpi dengan mimpi lain, yang LEBIH INDAH! Toh itu mimpi2 kita ini, dan ssst…sekali lagi, orang lain ga perlu tahu! :P

Bener juga sih. Tapi kok kayanya aku masih takut buat punya mimpi yah? Cemen? Biarin ah, wek wek wek…heuheuheu…

Posted by: reesaa | June 11, 2008

Mereka, dia, dan aku

Ada satu ungkapan, yang dulu, sama-sama suka mereka pakai, kalau mau kasih selamat ulang tahun buat orang lain. Sampai sekarang, dia masih suka pakai ungkapan itu.

Ada satu nama, dia bilang, itu nama pengarang yang tulisannya suka dimuat di salah satu surat kabar. Kalau menurutku, nama itu adalah gabungan dari nama mereka.

Mereka sama-sama suka baca, nulis, cerita tentang segala sesuatu yang sifatnya konseptual.

Mereka sama-sama tahu, kenal, dan mengagumi satu orang ini, yang namanya baru aku tahu setelah dulu main-main ke blognya dia.

Mereka kuliah di tempat yang sama dan terjun di dunia yang tidak jauh beda saat sekarang sudah kerja.

Dia bilang, “mereka” sudah tidak ada lagi, yang ada tinggal “dia”.

Sekarang, dia sudah ketemu dengan orang lain yang benar-benar beda. Sebut saja “aku”.

Aku kasih selamat ulang tahun buat orang lain dengan ungkapan umum, standar, “Selamat Ulang Tahun”, yaa walaupun kalimat selanjutnya beda-beda tergantung siapa yang dikasih ucapan selamat itu.

Aku tidak tahu ada pengarang yang namanya seperti yang dia bilang. Nama gabungan aku dan dia? Ga ada tuh. Kayanya susah deh kalau mau dibuat, lagian aku kan bukan tipe orang sentimentil yang suka bikin-bikin begituan, hihihi..

Aku tidak suka baca, nulis hanya sesekali kalau lagi mood, dan cerita, lebih tentang segala sesuatu yang sifatnya praktis, nyata, bukan konseptual.

Orang yang aku tahu, kenal, dan aku kagumi, siapa ya? Ga pernah terfikir dari dulu. Kalaupun dipaksa jawab ya paling Bapakku :)

Aku kuliah di tempat yang beda, walau satu kota dengan dia. Setelah kerja, dunia aku benar-benar beda juga dengan dia, tapi aku suka!

Kadang terlintas, “aku” dan “dia” bisa se-nyambung “mereka” ga yah?

Kadang aku merasa dekat, dekaaaattt sekali dengan dia.

Tapi kadang, aku merasa jauh, tidak kenal dengan dia, terutama kalau teringat tentang mereka.

Aku cemburu sama mereka…

Posted by: reesaa | June 11, 2008

Jason Mraz

Kenapa sih susah banget nemu album originalnya? Apa iya mesti nyari yang bajakan? Padahal kan lagunya enak-enak, worth it lah kalopun beli agak mahal.

I am currently listening “I’m Yours”, Mraz banget deh lagu ini.

Posted by: reesaa | June 11, 2008

=)

Risa, aku mau buat blog tempat kita bisa nulis berdua. Tapi yang bisa baca cuma kamu sama aku aja. Buka account di wordpress ya…

Kok seneng yah baca kalimat itu?

Posted by: reesaa | June 11, 2008

Suara, cepet balik lagi dong!

Rencana mau ambil sick leave Kamis sama Jumat ini supaya bisa kontrol lagi ke dokter, gagal setelah kemarin sore terima telepon dari Project Manager di Jakarta.

PM: “Risa, Kamis ini Pak Steve dan delegasi dari DIAC mau datang ke Bogor… Kamu kasih briefing ke Pak Steve ya apa-apa saja yang kalian kerjakan di sana, karena saya harus ke Bandung… Kamu bicara sama Pak Steve ya, biar nanti dia langsung berhubungan dengan kamu saja…”

Steve: “Hai Risa, so you will be available ya this Thursday? Basically they only want to meet the staff and talk to them… They don’t want to meet the migrants, but if they decide to see the migrant’s place, we can just randomly choose one place to be visited…

Ga mungkin kan permintaan (baca:perintah) dua petinggi kantor saya jawab dengan kalimat, “I’m sorry Pak, but I am now having problem with my voice, so I don’t think I can give any briefing or explain anything well“.

Akhirnya saya jawab, “Ok Pak, we will be available this Thursday, no problem…

Alhasil dari kemarin saya terus berharap, berdoa, supaya suara saya segera kembali seperti semula, sambil berusaha keras tidak melewatkan minum obat, baik yang dari dokter, maupun yang tradisional.

Tinggal H-1, telepon lain datang dari Jakarta.

Jkt: “Risa, ada satu orang Afghan mau volrep, PM mau kamu yang interview dia, lalu buat report hasil interview-nya, kirim ke PM segera supaya kita bisa cepat follow-up. Orangnya sudah bolak-balik telepon minta pulang…”

Jawaban saya ya tidak jauh beda dengan yang pertama, basically “Ok”.

Suara lagi hilang, kerjaan yang banyak datang justru yang sangat membutuhkan suara. Padahal kemarin saya sudah dengan terpaksa bilang “tidak bisa” untuk tugas menelepon semua orang Irak yang mau ditransfer ke Mataram tanggal 17 ini.

Tapi apa daya, ga bisa terus-terusan bilang “tidak bisa” kan?

Well, kita lihat saja deh gimana hasilnya nanti, huhuhu…

Posted by: reesaa | June 10, 2008

First

This is the FIRST writing of Risa FIRSTiyani at wordpress :D

« Newer Posts

Categories