Posted by: reesaa | April 6, 2012

Bangun Pagi di Bogor

06.05

Biasanya, setiap abis sholat subuh -yang seringnya kesiangan- pasti tidur lagi. Alasannya: (1) Mumpung Zaidan masih tidur; (2) Lagian kan malemnya selalu beberapa kali bangun, nenin Zaidan, belum lagi kalau Zaidan tidurnya ga enak, ngelonin sampe tidur lagi deh. Pagi-pagi mata masih berat;

Tapi, pagi ini beda. Begitu selesai sholat langsung kepikiran mau online dulu sebelum berenang, nunggu matahari keluar biar anget, Zaidan juga masih tidur. Baiknya si mas mau nyalain laptopnya dan nyiapin koneksi internet sampe tersambung, jadi istrinya yang gaptek ini tinggal make ;) Facebook, twitter, wordpress.

Sejak terakhir posting tulisan sampe sekarang akhirnya nulis lagi, banyak hal yang pengen diceritain. Mostly tentang anak dan keluarga tentunya :) Coba deh diinget-inget sebelum beneran ditulis, apa aja ya:

  • Cerita tentang perempuan 3 generasi; Setiap ke Bandung, liat nini masih seger dan sehat -alhamdulillah- has always been inspiring. Bangun selalu sebelum subuh, mandi selalu pagi dan sebelum matahari terbenam, makan ga rewel dan repot tapi dijaga, pergi pun masih sering naik angkot. Padahal, umurnya sekarang udah mau 73 tahun! Compare to my mom, yang umurnya udah 52 tahun, ga jauh beda.
  • Cerita tentang …

Waduh, giliran mau di-list kok jadi pada ilang semua ide ceritanya. Efek suara aliran sungai yang kedengeran jelas karena jendela dibuka kali yah? Jadi ga konsen :)

Well, yang jelas sekarang waktunya menikmati pagi di Bogor. Dingin. Semoga matahari nanti cerah, biar semangat berenangnya, aamiinn… Sarapan dulu ah.

*wadhuh ini bapak sama anak kok masih pada tidur tho*

Posted by: reesaa | October 31, 2011

just a drop by

Since Zaidan udah tidur dari tadi, dan pasti sebentar lagi bangun, i am quite sure that it’ll be just a drop by :p

The Back Up Plan is now on HBO dan nonton film yang di dalemnya ada orang hamil bikin inget lagi ke masa-masa hamil Zaidan dulu. Mulai dari perut yang masih rata, tambah besar dan tambah besar, sampai akhirnya dateng kontraksi, masuk ruang bersalin, ngeden-ngeden, dan voila! Zaidan, yang waktu itu belum ada namanya, masih dengan badan biru keungu-unguan, ditaro di dada. Subhanallah, I am a mom!

Ga kerasa, sekarang Zaidan udah 10 bulan 13 hari, hampir setahun :) Semoga Zaidan Mikail Aksata selalu sehat…. Hhc vvcfcn. V fcv …. Whuaaaa di udah baytnteg banguuunnn!!!!

Posted by: reesaa | April 20, 2011

Nostalgia

Tadi siang, tiba-tiba pengen baca lagi tulisan-tulisan di blog privat yang dulu kita bikin waktu belum nikah, alias masih tahap penjajakan. Blog itu cuma kita yang bisa isi, dan cuma kita juga yang bisa baca.

Zarf. Zaki Akhmad Risa Firstiyani.

Baca cerita-cerita di zarf bikin senyum-senyum sendiri. Ga kerasa, sekarang kita udah jadi satu, dan malah udah ada Zaidan. Ternyata emang beda yah kalau kita masih penjajakan sama udah nikah. Tambah beda lagi kalau udah punya anak.

Nostalgia, jadi kangen…

Posted by: reesaa | April 15, 2011

Pilihan Ibu

Seorang teman baru saja melahirkan kurang lebih dua minggu yang lalu. Tadi siang, saya ke rumahnya, menengok untuk yang ke-dua kalinya. Bayinya masih kecil, lucu banget! Jadi inget Zaidan waktu baru lahir. Tapi bayi teman saya ini rambutnya gomplok, alias tebal sekali. Kalau Zaidan dulu, rambutnya seuprit, mirip mamahnya, hihihi.

Waktu pertama kali ditengok, teman saya cerita, asinya belum keluar. Saya bilang supaya dia tenang aja, yang penting terus aja bayinya disusuin, nanti juga lama-lama keluar dan tambah banyak. Sekarang, setelah seminggu lebih, asinya udah keluar walaupun belum banyak. Tapi ternyata teman saya memutuskan untuk ga asi eksklusif. Bayinya disusui dengan asi dan susu formula secara bergantian. Karena putingnya juga lagi luka, jadilah bayinya disusui pake botol, perih katanya kalau disusui langsung. Sebulan setelah melahirkan, teman saya akan kembali kerja. Karena belum jadi karyawan tetap, jadinya belum bisa cuti tiga bulan.

Beda ibu, beda juga pilihan-pilihannya. Tapi apapun pilihannya, ibu pasti pengen yang terbaik buat anaknya ya :)

Posted by: reesaa | April 13, 2011

Gundul Ganteng

Gundul Ganteng alias Zaidan Mikail Aksata.

Ga kerasa, lima hari lagi umurnya genap empat bulan. Udah makin lihai tengkurepnya, makin tinggi ngangkat kepalanya, makin heboh gerak tangan dan kakinya, makin banyak ocehannya, makin sering ketawanya, makin pinter minta gendongnya, pokoknya makin banyak ulahnya :)

Ada dua komentar yang orang selalu bilang setiap ketemu Zaidan untuk yang pertama kalinya; pertama, “putih banget yaa…”; ke-dua, “panjang yaa…”. Malah mamahnya sempet dikira punya suami bule. Hihihi bule ciganjur. Pernah juga waktu gendong Zaidan papasan sama orang yang terus ngeliat bolak-balik, liat Zaidan, liat mamahnya, liat Zaidan lagi, liat mamahnya lagi. Mungkin dipikirnya, “ini mamahnya apa mbaknya ya?” :D

24/7 sama Zaidan, kadang masih suka ga percaya kalo sekarang udah punya anak. Padahal setiap hari mandiin, gantiin baju, nemenin main, nyusuin, nemenin tidur, pokoknya semua kegiatan ngalah sama Zaidan.

Banyak doa terucap setiap ngeliat Zaidan, tapi yang pertama dan utama, semoga Zaidan selalu sehat dan dijaga Allah SWT.

Posted by: reesaa | April 10, 2011

asi for baby

Pengalaman Menyusui: Saya beruntung, sejak pertama kali menyusui, yaitu tidak lama setelah anak saya Zaidan Mikail Aksata lahir, hampir tidak pernah menemui kesulitan, yang ada hanya pengalaman yang menyenangkan. Pernah sempat mengalami lecet bahkan sampai luka pada kedua puting di minggu-minggu pertama menyusui, tapi akhirnya sembuh sendiri karena terus disusui :)

 

Alasan ingin bergabung: Zaidan adalah anak pertama yang saya harap bisa (dan harus bisa) terus mendapatkan ASI sampai ia berusia dua tahun nanti. Sejauh ini (dan semoga seterusnya) proses menyusui berjalan lancar, ASI terus mengalir kapanpun Zaidan membutuhkannya. 2,5 bulan lagi Zaidan akan mulai MPASI pertamanya. Perkembangan fisik Zaidan, kemampuan motorik halus dan kasarnya, serta kemampuan komunikasi (berbahasa)nya, semuanya normal. Selama ini saya selalu mencari berbagai informasi mengenai ASI, MPASI, perkembangan dan kesehatan bayi melalui googling, buku-buku yang dibelikan suami, majalah, dan tanya sana sini. Dengan bergabung di milis asiforbaby ini, saya harap dapat menambah pengetahuan saya, dan mungkin juga berbagi cerita atau pengalaman yang membantu. Meskipun belum pernah menemukan hambatan yang berarti, saya pikir tidak ada salahnya menabung informasi sebagai langkah antisipasi. Semoga saya bisa segera bergabung ya :)

 

Di atas ini adalah sedikit tulisan yang saya baru saja buat sesuai permintaan moderator milis asiforbaby. Semoga saya bisa segera bergabung :)

 

 

*dimuat di blog ini atas permintaan si mas.

Posted by: reesaa | April 8, 2011

Jangan Suruh Saya Kerja (Sekarang)

“Kamu mau kerja lagi ga?”

Pertanyaan itu datang dari salah satu sesepuh waktu kami sekeluarga menemani Zaidan ketemu mbah-mbah yang baru datang dari Semarang.

“Gak dulu deh. Minimal dua tahun, abis menyusui baru mikir cari kerja. Mungkin…”

Ia bukan satu-satunya orang yang menyayangkan saya berhenti kerja. Tapi cuma beliau yang keukeuh setiap ketemu nanya kapan saya kerja lagi. Selalu saya jawab ga dulu, dan selalu dijawab lagi dengan kalimat di bawah ini.

“Nanti keburu tua…”

Saya ga pernah nyesel dengan keputusan-keputusan yang udah diambil. Begitu hamil, langsung berhenti kerja. Pertimbangannya waktu itu, lokasi kantor jauh banget dari rumah. Jarak tempuh pulang pergi bisa sampe lima jam, belum lagi antri transjak panjang banget di Dukuh Atas setiap sore, plus berdiri dempet-dempetan. Saya baru pertama kali hamil dan belum tau seberapa kuat rahim dan kandungan saya. Saya ga mau ambil risiko kehilangan. Mamah sempet nawarin mau cari supir buat anter jemput ke kantor. Jelas saya tolak. Ga kebayang gimana rasanya setiap hari, pagi sore, bermacet-macet ria di jalanan, berjam-jam.

Jadilah saya full di rumah. Ga banyak kegiatan di rumah, setiap hari diisi dengan rutinitas yang sama. Pulsa handphone jadi cepet abis karena saya sering online, hampir setiap saat. Facebook, twitter, detikcom, mail yahoo, dan yang ga pernah ketinggalan, googling banyak hal tentang kehamilan, sesuai dengan kondisi saya saat itu. Sampai akhirnya, 40 minggu 3 hari terlewati, dan lahirlah Zaidan.

Sejak Zaidan lahir, tiba-tiba saya jadi orang sibuk di rumah. Dari pagi sampe pagi lagi, selalu ada aja yang harus dikerjain. Ditambah lagi badan belum pulih setelah melahirkan. Setelah dua bulan, semuanya kembali normal, sedikit demi sedikit. Jadwal Zaidan semakin teratur, semakin bisa ditebak. Saya mulai bisa punya me-time, online kembali sering :)

Banyak orang bilang, kalo udah biasa kerja, sekalinya di rumah pasti bosen. Tapi saya enggak. Rutinitas nyuci, nyetrika, beresin kamar, nyusuin Zaidan, dan yang lainnya, saya nikmati seperti waktu dulu saya visit imigran di lapangan, ngumpulin data dan bikin report, interview imigran, escort movement, dan banyak pekerjaan lainnya.

Keinginan untuk kerja lagi belum hilang sepenuhnya. Tapi kalau ditanya kapan, saya juga ga tau. Yang jelas saya tau, sekarang ini saya masih pengen full di rumah. 24/7 bersama Zaidan. Keputusan ini saya buat dengan mantap sejak sebelum ada Zaidan, bahkan sebelum nikah. Waktu kuliah saya punya cita-cita; lulus kuliah, kerja 3-4 tahun, nikah, punya anak, ngurus anak, kerja lagi, sekolah lagi. Allah udah mengabulkan banyak dari rangkaian cita-cita itu. Full di rumah bersama Zaidan bukan cuma semata demi mengikuti apa yang ada di dalam rangkaian cita-cita saya, atau sekedar menjalankan tanggung jawab yang sekarang saya punya. Lebih dari itu, saya memang INGIN bersama Zaidan, selalu. Masalah nanti bisa kerja lagi atau enggak, bisa sekolah lagi atau enggak, saya serahkan semuanya sama Dia yang paling tahu apa yang terbaik.

Jadi, saya harap tidak ada lagi yang keukeuh menyuruh saya kerja, apalagi dengan alasan nanti keburu tua. Kalaupun masih ga mau nyerah, ya monggo saya ladeni ;)

*terima kasih ya Allah, udah kasih saya suami yang selalu mendukung apapun keputusan saya.

Posted by: reesaa | April 1, 2011

Akhir Pekan di Bandung

Wiken* di Bandung.

Agenda utamanya, nemenin Zaidan ketemu salah satu mbahnya yang di Semarang, yang mau ke Bandung wiken ini. Agenda lain, kuliner, nyetak foto di jonas, potong rambut di cikutra. Kuliner, pengennya siy ada beberapa tempat. Heemm… Nampak ga bakal kesampaian semua deh secara cuma 3 hari. Let see…

Hari pertama, Zaidan pinter banget. Anteng, ga rewel. Semoga sehat terus, amin.

*akhir pekan mah bahasanya si mas, enakkan wiken ah :p

Posted by: reesaa | March 28, 2011

despite all those bad things…

*zaidan udah bobo enak banget; si mas ketawa-ketawa, girang banget nonton the simpsons :)

Makin lama, nonton berita-berita dalam negeri di tv makin bikin emosi, cape hati. DPR keukeuh bikin gedung baru yang ngabisin banyak uang, bos PSSI keukeuh ga mau mundur padahal udah didemo di sana sini, ormas bikin rusuh atas nama agama. Akhirnya, yaudahlah.

Jadi inget, suatu saat pernah nonton Bapak Syafii Maarif ngomong di salah satu wawancara, kalau beliau baru aja ketemu banyak pengusaha yang bilang bahwa dunia bisnis baik-baik aja, tetep jalan, walaupun pemimpin negara ini malah sibuk ngurusin koalisi. Beliau juga bilang udah ilang semangat ngomongin politik.

Tadi pagi, di metro tv ada talkshow soal laskar dagelan. Para seniman itu nampak semangat nyeritain karyanya yang bakal digelar akhir bulan ini. Mungkin seniman-seniman itu juga punya pikiran yang sama kaya para pengusaha, dunia seni baik-baik aja, tetep jalan.

Ga jauh beda sama para pengusaha dan para seniman, dunia motherhood juga baik-baik aja, tetep jalan ;)

*semoga para pemimpin itu dibukakan pintu hatinya untuk mau bener-bener ngurusin negara, amiinnn…

Posted by: reesaa | March 26, 2011

Jatuh Cinta

*heemm… ternyata ga segampang itu mau mulai nulis lagi…

Semalam, tiba-tiba teringat reesaa.wordpress.com, tiba-tiba pengen baca lagi tulisan-tulisan lama di blog ini, dan tiba-tiba jadi pengen nulis lagi.

Seperti biasa, setiap mau tidur, biasanya online dulu via hp. Buka twitter, facebook, email, detikcom. Sambil online, ditemani lagu-lagu slow dari ipod pinjeman, sesekali lihat ke samping. Dua laki-laki tidur nyenyak di sana. Mulailah di kepala berseliweran banyak hal. Biasanya, banyak hal itu cuma disimpan sendiri. Diceritakan ke diri sendiri dan ditanggapi oleh diri sendiri pula. Tapi tadi malam, tiba-tiba pengen bercerita lagi di sini. Sebetulnya sih lebih seru kalau bisa cerita, ngobrol, diskusi, tukar pikiran sama temen-temen langsung. Girls talk. Tapi berhubung susah cari waktu buat ketemuan, ditambah lagi ada Zaidan yang segala kebutuhannya harus didahulukan, jadi nge-blog dulu aja deh ;)

Salah satu dari banyak hal yang berseliweran di kepala itu adalah soal jatuh cinta. I am a wife and a mother now. Sejak tulisan terakhir tahun 2008 sampai sekarang, ada banyak sekali cerita. Cerita diajak nikah, cerita lamaran keluarga, cerita persiapan nikah, cerita hamil, sampai cerita melahirkan. Belum lagi cerita jalan-jalan dan berantemnya. Kembali ke soal jatuh cinta, ternyata begini tho rasanya jatuh cinta sama suami dan anak. Beda rasanya, beda prosesnya, beda cintanya, tapi di waktu yang bersamaan.

Zaki Akhmad (baca: si mas), resmi jadi suami sejak 1 Agustus 2009. Sebetulnya, ketemu pertama kali waktu masih sama-sama kuliah, tapi waktu itu ga ngobrol sama sekali. Setelah bertahun-tahun dengan dunia masing-masing, akhirnya janjian ketemuan, di Stasiun Gambir. Dari situ cari tempat makan dan ngobrol yang enak, sekaligus ke arah pulang, jadilah pertemuan lanjut di Citos. Sejak Gambir dan Citos, komunikasi intens terjalin, banyak cerita dan peristiwa, ada ketawa ada nangis, sampe akhirnya sekarang jadi suami istri. Ketemu di Gambir, kesan pertama liat si mas biasa aja, jelas bukan love at the first sight, heuheu… Tapi dari situ semuanya dimulai. Begitu ngobrol ternyata menyenangkan dan klik. Makin lama makin banyak yang bikin jatuh cinta sama si mas. Keniatannya bolak-balik bandung-jakarta buat ngantriin dan beliin tiket jason mraz; kerelaannya pindah ke rumah yang lebih jauh dari kota, jauh juga dari kantornya; kesabarannya memenuhi semua keinginan waktu hamil; kesetiaannya nemenin dan “bantuin” waktu melahirkan. Belum lagi banyak hal kecil lainnya. Jatuh cinta sama si mas bisa dibilang proses yang masih terus berjalan, bahkan sampai sekarang setelah hampir dua tahun nikah. Dimulai dari nol, tumbuh jadi satu, sepuluh, seratus, dst.

Zaidan Mikail Aksata, lahir 18 Desember 2010. Suatu malam, di tengah-tengah nunggu pesenan nasi uduk di tenda depan pos polisi cinere, tiba-tiba kepikiran pengen beli test pack. Bilangnya sama si mas, pengen nyoba aja, penasaran pengen tau caranya pake test pack. Padahal sebenernya, sejak dua hari sebelumnya ada firasat, perasaan aneh. Kalau datang bulan sih belum telat. Akhirnya mampir deh ke apotek deket tukang nasi uduk. Penasaran, besoknya abis subuh langsung dicoba. Hasilnya, positif! Belum yakin, rencana nyoba dua hari lagi. Sementara itu, browsing soal tanda-tanda hamil sampai soal hormon hcg yang disebut-sebut di kemasan test pack. Dua hari rasanya lamaaa banget. Pas tiba waktunya, nyoba lagi pake test pack ke-dua. Waktunya sama, abis subuh. Hasilnya, juga sama, positif! Berhubung lagi flu berat, gara-gara hasil itu jadi ga berani minum obat. Jadilah diputuskan periksa ke dokter aja. It was my first time dateng ke obgyn, and I was with my hubby and my mom. Yes, both of them. Hasilnya, POSITIF. Seneng, pastinya. Tapi berhubung masih muda banget hamilnya, masih berupa kantung, jadinya belum berani terlalu seneng. I was trying to be as calm as possible :P Tapi begitu bisa denger denyut jantung si calon bayi pertama kalinya, rasanya, totally undescribable, walaupun bentuknya belum terlalu kelihatan bayinya. It was my love at the first sight to Zaidan. As in one of Buble’s songs, “I just haven’t met you yet!”. Sejak itu baru mulai berani mengekspresikan senengnya hamil :D

Prosesnya beda, rasanya juga beda. Rasa yang beda ini ternyata ga bisa diceritain lewat tulisan. Pokoknya beda aja, cuma bisa dirasain. Yang jelas, i am in love with  them both :)

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.